Rasio Pinggang-Pinggul

Masukkan ukuran pinggang dan pinggul untuk menghitung rasio pinggang-pinggul (WHR). Nilai risiko obesitas perut dan kesehatan jantung Anda dengan kalkulator WHR online gratis ini.

Jenis Kelamin

Ukur di ketinggian pusar

Ukur di bagian terlebar pinggul

Cara Penggunaan

  1. Ukur pinggang

    Ukur lingkar pinggang setinggi pusar.

  2. Ukur pinggul

    Ukur lingkar pinggul terlebar.

  3. Lihat hasil

    Lihat rasio dan kategori risiko.

Apa itu WHR (rasio pinggang-pinggul)?

WHR (Waist-to-Hip Ratio) adalah lingkar pinggang dibagi lingkar pinggul, sebuah indikator distribusi lemak tubuh yang menunjukkan di mana lemak menumpuk pada tubuh. Pada berat yang sama, bentuk 'apel' dengan lemak terkumpul di perut memiliki risiko kesehatan yang berbeda dari bentuk 'pir' dengan lemak di pinggul dan paha, dan WHR mengungkap perbedaan itu dalam satu angka.

WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menggunakan WHR sebagai indikator tidak langsung dari obesitas sentral (lemak viseral) untuk menilai risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2. Bahkan ketika BMI, yang hanya melihat tinggi dan berat badan, tergolong normal, WHR yang tinggi dapat menandakan risiko tersembunyi, jadi sebaiknya lihat kedua indikator ini bersama-sama.

  • Kegunaan: indikator pelengkap saat pemeriksaan kesehatan, memantau perubahan bentuk tubuh, mengecek efektivitas diet

Rumus perhitungan

WHR membagi lingkar pinggang dengan lingkar pinggul lalu dibulatkan hingga dua angka di belakang koma.

WHR = lingkar pinggang (cm) / lingkar pinggul (cm)

Contoh: untuk lingkar pinggang 85 cm dan lingkar pinggul 100 cm
WHR = 85 / 100 = 0,85

Nilai ini dibandingkan dengan ambang batas menurut jenis kelamin. Bagi pria, 0,85 berada di bawah 0,90 sehingga dihitung 'normal'; bagi wanita, nilai itu masuk rentang 0,85–0,89 dan diklasifikasikan sebagai 'kelebihan berat (risiko meningkat)'. Angka yang sama dinilai berbeda menurut jenis kelamin. (Variabel: lingkar pinggang = lingkar pada ketinggian pusar, lingkar pinggul = lingkar pada bagian terlebar.)

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu rasio pinggang-pinggul (WHR)?
WHR (Waist-to-Hip Ratio) adalah lingkar pinggang dibagi lingkar pinggul, dipakai untuk menilai obesitas sentral. WHO menggunakannya untuk memperkirakan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, dan kondisi serupa. WHR mencerminkan distribusi lemak tubuh lebih baik daripada berat badan atau BMI saja.
Berapa ambang batas WHO untuk WHR?
Menurut kriteria WHO, pada pria WHR di bawah 0,90 normal, 0,90–0,99 kelebihan berat (risiko meningkat), dan 1,00 atau lebih obesitas (risiko nyata). Pada wanita, di bawah 0,85 normal, 0,85–0,89 kelebihan berat, dan 0,90 atau lebih obesitas. Wanita dikenai ambang yang lebih ketat.
Apa perbedaan WHR dan BMI?
BMI menilai obesitas secara keseluruhan hanya dari tinggi dan berat badan, sedangkan WHR menunjukkan di mana lemak tubuh terdistribusi (perut atau pinggul). Bentuk 'apel' dengan lemak perut dapat memiliki BMI normal tetapi WHR tinggi, yang berarti risiko penyakit metabolik lebih besar. Disarankan memeriksa kedua indikator bersama-sama.
Di mana tepatnya mengukur pinggang?
Ukur pada bagian terkecil pinggang, di antara tepi bawah tulang rusuk dan bagian atas tulang panggul (biasanya setinggi pusar). Setelah mengembuskan napas perlahan, pegang pita ukur sejajar lantai dan menempel pada kulit tanpa menekan.
Di mana mengukur pinggul?
Ukur secara horizontal mengelilingi bagian terlebar dan paling menonjol dari bokong (titik paling montok). Lakukan sambil berdiri dengan kaki rapat, dan gunakan pita ukur yang sama dengan yang dipakai untuk pinggang agar kesalahan berkurang.
Mengapa ambang batas pria dan wanita berbeda?
Wanita cenderung memiliki panggul lebih lebar dan menyimpan lemak di pinggul serta paha, sehingga WHR yang sama memiliki makna berbeda untuk lemak perut. Karena itu WHO menerapkan ambang yang lebih rendah (lebih ketat) 0,85 untuk wanita dan 0,90 untuk pria. Kalkulator ini otomatis menerapkan ambang sesuai jenis kelamin yang dipilih.
Apa risikonya jika WHR tinggi?
WHR di atas ambang berarti banyak lemak viseral di perut, yang meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, dislipidemia, resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular. Lemak viseral lebih aktif secara metabolik daripada lemak bawah kulit dan melepaskan zat peradangan, sehingga obesitas perut lebih berbahaya meski beratnya sama.
Bagaimana cara menurunkan WHR?
Kuncinya adalah mengurangi lingkar pinggang, yaitu lemak perut. Kurangi karbohidrat olahan dan gula, gabungkan olahraga aerobik dengan latihan kekuatan, dan turunkan kortisol melalui tidur cukup serta pengelolaan stres. Perbaikan gaya hidup yang konsisten lebih efektif daripada perubahan drastis jangka pendek.
Diperbarui 2026 — standar WHO

Kalkulator Terkait