Kalkulator Resistansi Paralel

Hitung seketika resistansi total dari resistor yang terhubung paralel. Masukkan 2 hingga 10 nilai resistansi dan dapatkan resistansi ekuivalen dengan kalkulator gratis.

Cara Penggunaan

  1. Masukkan nilai

    Isi kolom yang diperlukan.

  2. Klik hitung

    Tekan tombol hitung untuk melihat hasil.

  3. Lihat hasil

    Lihat hasil dan bagikan jika perlu.

Apa itu resistansi paralel?

Resistansi paralel adalah susunan rangkaian di mana dua resistor atau lebih dihubungkan berdampingan di antara dua simpul (titik sambung) yang sama. Tegangan yang sama berlaku pada setiap resistor, sedangkan arus total terbagi ke setiap cabang lalu bergabung kembali.

Karena penyambungan paralel menambah jalur untuk aliran arus, resistansi total (Rt) selalu lebih kecil daripada resistor tunggal terkecil. Dalam praktik, sifat ini dimanfaatkan untuk membuat nilai antara yang diinginkan dari resistor standar, membagi arus agar panas berkurang, serta menyamakan impedansi beban speaker dan kabel.

Di mana digunakan?

  • Pembagian arus dan distribusi daya pada rangkaian catu daya
  • Pencocokan impedansi speaker (mis. dua 8Ω paralel → 4Ω)
  • Membuat nilai resistansi yang tidak tersedia sebagai komponen standar

Rumus perhitungan

Resistansi total paralel adalah kebalikan dari jumlah kebalikan (konduktansi) setiap resistor.

1/Rt = 1/R1 + 1/R2 + ... + 1/Rn

Di sini Rt adalah resistansi total dan R1-Rn adalah nilai masing-masing resistor (dalam Ω).

Contoh perhitungan (100Ω, 200Ω, 300Ω paralel)

  • Jumlah kebalikan: 1/100 + 1/200 + 1/300 = 0,01 + 0,005 + 0,003333 = 0,018333
  • Resistansi total: Rt = 1 / 0,018333 ≈ 54,5455Ω

Jika hanya ada 2 resistor, bentuk hasil kali dibagi jumlah Rt = (R1 × R2) / (R1 + R2) lebih sederhana. Contoh: 60Ω∥40Ω = 2400/100 = 24Ω.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara menghitung resistansi total resistor paralel?
Resistansi total resistor paralel dihitung dengan rumus 1/Rt = 1/R1 + 1/R2 + ... + 1/Rn. Jumlahkan kebalikan setiap resistor, lalu ambil kebalikan dari jumlah tersebut. Resistansi total selalu lebih kecil daripada resistor tunggal terkecil.
Apakah ada rumus yang lebih sederhana untuk dua resistor?
Ya. Untuk dua resistor, bentuk hasil kali dibagi jumlah Rt = (R1 × R2) / (R1 + R2) lebih cepat. Misalnya, 60Ω dan 40Ω dihubungkan paralel menghasilkan (60×40)/(60+40) = 2400/100 = 24Ω.
Apa yang terjadi jika menghubungkan resistor bernilai sama secara paralel?
Jika menghubungkan n resistor bernilai sama (R) secara paralel, resistansi totalnya menjadi R/n. Misalnya, dua resistor 100Ω paralel menghasilkan 50Ω, dan empat resistor 100Ω menghasilkan 25Ω.
Mengapa resistansi paralel selalu lebih kecil daripada resistor terkecil?
Karena sambungan paralel menambah jalur tambahan untuk aliran arus. Semakin banyak jalur, semakin besar arus total, dan menurut hukum Ohm (R = V/I), pada tegangan tetap kenaikan arus berarti resistansi menurun. Itulah sebabnya resistansi total menjadi lebih kecil bahkan dari resistor cabang terkecil.
Apa perbedaan antara sambungan seri dan paralel?
Pada sambungan seri, resistor tersusun dalam satu garis, sehingga resistansi total adalah jumlahnya (Rt = R1 + R2 + ...) dan membesar, serta arus yang sama mengalir pada semua resistor. Pada sambungan paralel, resistor diletakkan berdampingan, resistansi total mengecil, dan tegangan yang sama berlaku pada semua resistor.
Bagaimana mencari arus pada setiap resistor di rangkaian paralel?
Pada rangkaian paralel, semua resistor mendapat tegangan V yang sama, sehingga arus tiap cabang dihitung terpisah dengan hukum Ohm I = V/R. Cabang dengan resistansi lebih kecil mengalirkan arus lebih besar, dan jumlah arus tiap cabang sama dengan arus total.
Apakah tetap dihitung jika hanya memasukkan satu resistor?
Ya. Jika hanya memasukkan satu resistor, tidak terjadi kombinasi paralel, sehingga nilai itu langsung menjadi resistansi total (Rt). Untuk melihat efek paralel yang sebenarnya, masukkan dua resistor atau lebih.
Konstanta fisika 2026

Kalkulator Terkait